Blog

Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

Apabila berbicara tentang Bunaken tentu yang terbersit di pikiran kita adalah keindahan pemandangan bawah lautnya. Seperti yang kita tahu bersama, Pulau Bunaken adalah salah satu pulau di Provinsi Sulawesi Utara yang lebih tepatnya berada di Teluk Manado dengan luas kurang lebih 8 km². Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu taman laut pertama Indonesia yang secara resmi didirikan pada tahun 1991.

Keanekaragaman hayati di Taman Nasional Bunaken ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Di sini terdapat sekitar 390 spesies terumbu karang sehingga menjadikan Taman Laut Bunaken salah satu dari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) yang dideklarasikan oleh WWF ( World Wildlife Fund).

Dengan segala predikat yang dimiliki oleh Taman Nasional Bunaken tersebut tentu perjalanan kali ini merupakan perjalanan yang sudah saya idam-idamkan sejak dulu. Hingga akhirnya pada tanggal 18 Juni 2016 lalu saya berkesempatan untuk dapat menikmati pemandangan bawah laut di Pulau Bunaken ini.

Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

Saya berangkat dari hotel sekitar pukul 08.00 WITA. Setelah perjalanan darat sekitar 15 menit dari pusat Kota Manado, sesampainya di Pelabuhan Marina perjalanan saya lanjutkan menggunakan speed boat. Perjalanan laut membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga akhirnya saya berlabuh di Pulau Bunaken. Tak pernah menyangka sebelumnya saya bisa menginjakkan kaki di pantai yang indah ini.

Keindahan Pulau Bunaken tidak berhenti sampai disitu. Saya diarahkan untuk segera menyewa perlengkapan snorkeling agar dapat segera menikmati pemandangan bawah laut di pulau ini. Persewaan alat snorkeling seperti mask, snorkel, dan fin sudah banyak tersedia di sepanjang pantai.

Setelah semua perlengkapan terpenuhi, saya kembali ke kapal untuk langsung menuju ke spot snorkeling yang berada tidak jauh dari bibir pantai. Tak perlu membuang banyak waktu, sesampainya di spot yang dimaksud saya langsung nyebur ke laut lepas. Tentu saja perasaan kagum seketika saya rasakan setelah melihat keindahan Taman Laut Bunaken. Ternyata keindahan tersebut bukan sekedar mitos, aneka spesies ikan dan terumbu karang beraneka warna menyambut saya.

Untuk moment yang tak terlupakan ini saya sudah mempersiapkan sebuah kamera lengkap dengan underwater case agar kamera saya terlindungi dengan sempurna saat melakukan pemotretan bawah air.

Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia
Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, Indonesia

Karena ini pengalaman pertama saya memotret underwater, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan saat terjun langsung dalam mengabadikan keindahan alam bawah laut. Dari berbagai pengalaman yang saya alami, secara umum mungkin saya bisa memberikan sedikit tips memotret underwater untuk anda yang berencana melengkapi koleksi foto anda dengan foto bawah laut. Pada dasarnya inti dari setting yang kita lakukan adalah untuk mencapai kecepatan rana (shutter speed) semaksimal mungkin. Seperti yang kita tahu karena kondisi bawah laut yang membuat kamera kita tidak stabil maka kita harus menangkap moment secepat mungkin. Selain itu ikan-ikan yang bergerak cepat tidak mungkin dipotret dalam kecepatan rana rendah. Untuk dapat memaksimalkan kecepatan rana, kita bisa membuka selebar-lebarnya bilah diafragma (aperture), atau menaikkan nilai ISO, atau cara terakhir adalah membutuhkan bantuan lampu flash. Ingat juga semakin dalam kita menyelam maka intensitas cahaya yang tersedia semakin minim.

Selain kecepatan rana, yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah setting white balance. Di bawah laut kamera akan sering melakukan kesalahan perhitungan keseimbangan warna putih. Itulah sebabnya sering kita jumpai foto underwater dominan berwarna biru. Terkadang warna ikan yang merah atau warna terumbu karang yang kekuningan akan terlihat tidak seperti aslinya setelah terekam dalam sebuah foto. Hal ini bisa dicegah dengan membuat setting white balance yang lebih hangat agar warna biru yang muncul tidak berlebihan. Apabila kamera tidak mendukung untuk setting white balance, hal ini bisa dirubah pada saat post processing.

Tak terasa sudah 3 jam lebih saya berenang dan menikmati pemandangan bawah laut Bunaken. Muka sudah memerah karena terpapar panasnya sinar matahari yang sudah semakin tinggi. Sayapun kembali ke speed boat untuk kembali ke Pulau Bunaken dan mengisi kembali perut yang sudah berontak. Saya sangat puas bisa mencicipi keindahan alam bawah laut di Pulau Bunaken ini. Suatu saat saya akan kembali dan menjelajahi lebih dalam lagi.

7 COMMENTS
  • » Snorkeling di Pulau Bunaken | lifkadarsih : just scribble
    Reply

    […] Liat foto underwater emas selengkapnya disini […]

  • miss Risna
    Reply

    Tips motret underwater itu yang jelas kudu bisa renang mas T_T hahahahah…keren banget kuwi mas. Semoga bisa kesana

    1. admin
      Reply

      Amin. Jelas mbak, soalnya kamera ga bisa ditancepin tripod. Tangan punya dua tugas, menjaga keseimbangan dan nekan tombol shutter. Akibatnya kalau ga hati-hati kamera goyang dan foto shake. #pengalamanpribadi

  • angkisland
    Reply

    waahh makin jauh dan nyelam mas Andana mantap dah,…. semoga makin berkah mas… hati” kalo ketemu nemo tar ada pasukan hiunya juga hehe pizz… oia kalo nemu puteri duyung titip salam ya mas… aku minat putrinya mas tapi duyunnya ndak hehe pizz

    1. admin
      Reply

      Makasih. Aku salamin deh besok kalo ketemu putri duyung. Tenang mas nantinya hanya cinta sejati dari mas Angki yang dapat merubahnya menjadi putri sesungguhnya. wkkk

  • mr a
    Reply

    wah keren

    1. admin
      Reply

      Wah dikunjungi master mobile nih…makasih bro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *